Jumat, 25 Oktober 2024

Mengapa Ikut PembaTIK 2024?

 



Integrasi teknologi dalam pembelajaran saat ini menjadi sebuah keniscayaan. Guru ditantang untuk bisa  selaras dengan tuntutan dan perkembangan zaman, karena tidak bisa dipungkiri, siswa sudah terpapar dengan produk teknologi dan filial-filialnya yang sudah begitu mengakar sebagai efek perkembangan teknologi  yang begitu pesat. Sebagai seorang guru,mau tidak mau, bisa atau tidak bisa, kita harus bisa mengambil peran untuk mengambil keuntungan teknologi alias sisi positif teknologi bagi kegiatan-kegiatan akademik demi kemajuan proses pembelajaran khususnya dan proses pendidikan pada umumnya.

Namun disisi lain, kita sebagai guru dihadapkan pada situasi lain yang seolah kontradiktif dengan tuntutan zaman yang begitu sulit dan menantang. Salah satunya adalah fenomena demotivasi alias penurunan motivasi yang dialami siswa siswi kita. Apa penyebabnya?

Selain karena rendahnya motivasi intrinsik siswa, yang melibatkan berbagai faktor yang sifatnya pribadi dan rumit, pernahkan kita sebagai guru melakukan evaluasi, refleksi sekaligus introspeksi atas gejala demotivasi yang dialami oleh sebagian besar siswa siswi kita? Jangan-jangan salah satu penyebab turunnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran adalah kita yang kurang bisa memenuhi kebutuhan belajar mereka. Model dan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, media pembelajaran yang tidak menarik atau bahan cara kita menyampaikan materi dianggap monoton oleh siswa yang sudah begitu seringnya disuguhi konten-konten huburan digital yang dikemas begitu menarik dan melenakan sehingga mereka bisa begitu mudah mengalami adiksi untuk hal-hal yang bersifat non akademis.

Itulah sebabnya , kita sebagai guru selalu dihadapkan dengan tantangan yang sepertinya tak pernah usai seiring dinamika perkembangan dan perubahan IPTEK dan tuntutan zaman yang begitu cepat, yakni tantangan “ Bagaiamana kita sebagai guru bisa merencanakan, melaksanakan  pembelajaran yang menantang dan menyenangkan bagi siswa, sehingga mereka bisa mengalami ‘kecanduan” alias adiksi belajar. Bukan sebaliknya menganggap belajar sebagai sebuah aktivitas yang membosankan.

Beragam cara dan banyak pula pihak yang harus terlibat dalam upaya untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran, termasuk salah satunya adalah meningkatkan motivasi dan minat siswa. Namun sebagai guru, kita harus mengambil posisi sebagai pihak yang harus segera mengambil peran dalam upaya tersebut. Diantaranya adalah dengan meningkatkan referensi dalam pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi untuk menunjang tugas kita sebagai guru.

Berinovasi dalam Pembelajaran. Guru harus dan perlu terus berinovasi dalam cara mereka mengajar, mencari cara baru untuk memanfaatkan teknologi agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu , guru harus senantiasa berupaya untuk mengembangkan keterampilan digital. Guru perlu memahami dan menguasai alat dan teknologi pendidikan agar dapat mengintegrasikan media interaktif dalam proses pembelajaran.

Diantara motivasi saya mengikuti kegiatan PembaTIK ini, salah satunya adalah keinginan untuk bisa memberikan yang terbaik kepada siswa siswi tempat saya bertugas, agar mampu memberikan pelayanan terbaik untuk mereka, bisa membersamai mereka untuk maju dan berkembang, turut memberi warna indah dalam  kanvas perjalanan hidup mereka dengan hal-hal yang berguna dalam kemasan yang menarik dan menyenangkan. Oleh karena itu, saya harus selalu bersemangat untuk mempelajari, menguasai dan kemudian mengimplementasikan teknologi dalam pembelajaran salah satunya dengan penggunaan alat bantu/media pembelajaran interaktif yang dapat membantu siswa siswi saya dalam mencapai tujuan pembelajaran.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS AKHIR : VLOG PEMBATIK LEVEL 4 2024

                   Vlog Pembatik Level 4 2024: Tugas akhir PembaTIK Level 4 menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis TIK berpusat pad...