Integrasi
teknologi dalam pembelajaran saat ini menjadi sebuah keniscayaan. Guru ditantang
untuk bisa selaras dengan tuntutan dan
perkembangan zaman, karena tidak bisa dipungkiri, siswa sudah terpapar dengan
produk teknologi dan filial-filialnya yang sudah begitu mengakar sebagai efek perkembangan
teknologi yang begitu pesat. Sebagai seorang
guru,mau tidak mau, bisa atau tidak bisa, kita harus bisa mengambil peran untuk
mengambil keuntungan teknologi alias sisi positif teknologi bagi
kegiatan-kegiatan akademik demi kemajuan proses pembelajaran khususnya dan
proses pendidikan pada umumnya.
Namun
disisi lain, kita sebagai guru dihadapkan pada situasi lain yang seolah
kontradiktif dengan tuntutan zaman yang begitu sulit dan menantang. Salah
satunya adalah fenomena demotivasi alias penurunan motivasi yang dialami siswa
siswi kita. Apa penyebabnya?
Selain
karena rendahnya motivasi intrinsik siswa, yang melibatkan berbagai faktor yang
sifatnya pribadi dan rumit, pernahkan kita sebagai guru melakukan evaluasi,
refleksi sekaligus introspeksi atas gejala demotivasi yang dialami oleh sebagian
besar siswa siswi kita? Jangan-jangan salah satu penyebab turunnya motivasi
siswa dalam proses pembelajaran adalah kita yang kurang bisa memenuhi kebutuhan
belajar mereka. Model dan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, media
pembelajaran yang tidak menarik atau bahan cara kita menyampaikan materi
dianggap monoton oleh siswa yang sudah begitu seringnya disuguhi konten-konten
huburan digital yang dikemas begitu menarik dan melenakan sehingga mereka bisa
begitu mudah mengalami adiksi untuk hal-hal yang bersifat non akademis.
Itulah
sebabnya , kita sebagai guru selalu dihadapkan dengan tantangan yang sepertinya
tak pernah usai seiring dinamika perkembangan dan perubahan IPTEK dan tuntutan
zaman yang begitu cepat, yakni tantangan “ Bagaiamana kita sebagai guru bisa
merencanakan, melaksanakan pembelajaran
yang menantang dan menyenangkan bagi siswa, sehingga mereka bisa mengalami ‘kecanduan”
alias adiksi belajar. Bukan sebaliknya menganggap belajar sebagai sebuah
aktivitas yang membosankan.
Beragam
cara dan banyak pula pihak yang harus terlibat dalam upaya untuk memperbaiki
kualitas proses pembelajaran, termasuk salah satunya adalah meningkatkan
motivasi dan minat siswa. Namun sebagai guru, kita harus mengambil posisi
sebagai pihak yang harus segera mengambil peran dalam upaya tersebut. Diantaranya
adalah dengan meningkatkan referensi dalam pemanfaatan teknologi, informasi dan
komunikasi untuk menunjang tugas kita sebagai guru.
Berinovasi
dalam Pembelajaran. Guru harus dan perlu terus berinovasi dalam cara mereka
mengajar, mencari cara baru untuk memanfaatkan teknologi agar sesuai dengan
kebutuhan siswa. Selain itu , guru harus senantiasa berupaya untuk
mengembangkan keterampilan digital. Guru perlu memahami dan menguasai alat dan
teknologi pendidikan agar dapat mengintegrasikan media interaktif dalam proses
pembelajaran.
Diantara
motivasi saya mengikuti kegiatan PembaTIK ini, salah satunya adalah keinginan
untuk bisa memberikan yang terbaik kepada siswa siswi tempat saya bertugas,
agar mampu memberikan pelayanan terbaik untuk mereka, bisa membersamai mereka
untuk maju dan berkembang, turut memberi warna indah dalam kanvas perjalanan hidup mereka dengan hal-hal
yang berguna dalam kemasan yang menarik dan menyenangkan. Oleh karena itu, saya
harus selalu bersemangat untuk mempelajari, menguasai dan kemudian
mengimplementasikan teknologi dalam pembelajaran salah satunya dengan
penggunaan alat bantu/media pembelajaran interaktif yang dapat membantu siswa
siswi saya dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar